Sentuhan Jingga

Halloo...Welcome To My Blog,Sedapatnya saya suguhkan sesuatu yg mungkin bisa memberi makna pada semuanya... Ikuti juga sosial media saya yaa....


| | | |
Wahai Mannan wahai Karim Wahai Fattah wahai Halim
Aku setitik debu namun bersujud kepadaMu
Aku sehelai daun kering namun bertasbih kepadaMu
Aku budak yang kesepian namun yakin pada kasih sayang dan pembelaanMu

Read More
2010 Sentuhan Jingga
Home - Sitemap - About - Contact
Created by YE_PUISI
powered by Blogger

Senin, 16 Mei 2016

Puisi "Tukung"


Sepasang bulan redup mengitari pelangi.
Bergandengan menuju remang malam.
Awan perak dibalik rimba meruncing.
Peri kecil memainkan sayapnya.
Saat itu kita bertemu,disini.
Memadukan khayalan tentang sunset petang.
Kau pernah berkata padaku “ketinting kita terlalu kecil untuk menyeberang”
aku punya seribu puisi,sedang kau punya satu hati.
Tapi aku takluk padamu.
Karena siangmu yg benderang.
Dan akulah malam penyanjung misteri diatas pulau tukung.
Hampir saja hujan melarikan hembusan nafasku.
Sedang kita belum bertemu.
Balikpapan 31122011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Entri Populer

Entri yang Diunggulkan

Obat budeg

Susi pergi periksa ke dokter “Kenapa Anda, Bu?” tanya Pak Dokter. Susi kemudian bercerita, “Ini Dok, sudah sebulan ini saya kok jadi seri...