Sentuhan Jingga

Halloo...Welcome To My Blog,Sedapatnya saya suguhkan sesuatu yg mungkin bisa memberi makna pada semuanya... Ikuti juga sosial media saya yaa....


| | | |
Wahai Mannan wahai Karim Wahai Fattah wahai Halim
Aku setitik debu namun bersujud kepadaMu
Aku sehelai daun kering namun bertasbih kepadaMu
Aku budak yang kesepian namun yakin pada kasih sayang dan pembelaanMu

Read More
2010 Sentuhan Jingga
Home - Sitemap - About - Contact
Created by YE_PUISI
powered by Blogger

Kamis, 27 Oktober 2016

Doa sehelai daun kering -Emha Ainun Najib

Janganku suaraku, ya 'Aziz Sedangkan firmanMupun diabaikan
Jangankan ucapanku, ya Qawiy Sedangkan ayatMupun disepelekan
Jangankan cintaku, ya Dzul Quwwah Sedangkan kasih sayangMupun dibuang
Jangankan sapaanku, ya Matin Sedangkan solusi tawaranMupun diremehkan

Betapa naifnya harapanku untuk diterima oleh mereka Sedangkan jasa penciptaanMupun dihapus
Betapa lucunya dambaanku untuk didengarkan oleh mereka Sedangkan kitabMu diingkari oleh seribu peradaban
Betapa tidak wajar aku merasa berhak untuk mereka hormati Sedangkan rahman rahimMu diingat hanya sangat sesekali
Betapa tak masuk akal keinginanku untuk tak mereka sakiti Sedangkan kekasihMu Muhammad dilempar batu
Sedangkan IbrahimMu dibakar
Sedangkan YunusMu dicampakkan ke laut
Sedangkan NuhMu dibiarkan kesepian
Akan tetapi wahai Qadir Muqtadir Wahai Jabbar Mutakabbir Engkau Maha Agung dan aku kerdil
Engkau Maha Dahsyat dan aku picisan
Engkau Maha Kuat dan aku lemah
Engkau Maha Kaya dan aku papa
Engkau Maha Suci dan aku kumuh
Engkau Maha Tinggi dan aku rendah serendah-rendahnya
Akan tetapi wahai Qahir wahai Qahhar Rasul kekasihMu maíshum dan aku bergelimang hawaí
Nabi utusanmu terpelihara sedangkan aku terjerembab-jerembab
Wahai Mannan wahai Karim Wahai Fattah wahai Halim
Aku setitik debu namun bersujud kepadaMu
Aku sehelai daun kering namun bertasbih kepadaMu
Aku budak yang kesepian namun yakin pada kasih sayang dan pembelaanMu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Entri Populer

Entri yang Diunggulkan

Obat budeg

Susi pergi periksa ke dokter “Kenapa Anda, Bu?” tanya Pak Dokter. Susi kemudian bercerita, “Ini Dok, sudah sebulan ini saya kok jadi seri...