Sentuhan Jingga

Halloo...Welcome To My Blog,Sedapatnya saya suguhkan sesuatu yg mungkin bisa memberi makna pada semuanya... Ikuti juga sosial media saya yaa....


| | | |
Wahai Mannan wahai Karim Wahai Fattah wahai Halim
Aku setitik debu namun bersujud kepadaMu
Aku sehelai daun kering namun bertasbih kepadaMu
Aku budak yang kesepian namun yakin pada kasih sayang dan pembelaanMu

Read More
2010 Sentuhan Jingga
Home - Sitemap - About - Contact
Created by YE_PUISI
powered by Blogger

Senin, 16 Mei 2016

Puisi "Lelaki Harus Berlayar"



Mencemooh gelombang dan badai.
Menerkam angin dan menggilas desiran.
Hingga kau tau makna sebuah kerinduan.

Bukan pada tiap bait puisi yg  jalang.
Atau rima yg perlahan memudar.
Karena perahu tak jua sampai.
Titik embun terbakar pagi.
Lalu hilang terserap sepi.

Lelaki harus berlayar.
Tak peduli jiwa terbakar.
Pada anggurmu yg kerap tertebar.

Bukan seperti waktu yg berlari.
Menebas ironi lalu mati.
Atau sebatas kenangan lalu.
Sebentar kau buang kala layu.

Lelaki harus tahu diri.
Merapal mantra diatas puisi.
Bukan basa basi.
Menerobos ilalang pagar suci.
Lelaki harus terus berlayar.
Arungi setiap aral.
Meski perih dalam sesat terjal.


Balikpapan 15052016



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Entri Populer

Entri yang Diunggulkan

Obat budeg

Susi pergi periksa ke dokter “Kenapa Anda, Bu?” tanya Pak Dokter. Susi kemudian bercerita, “Ini Dok, sudah sebulan ini saya kok jadi seri...